"I say never be complete. I say stop being perfect. I say let's evolve. Let the chips fall where they may." —Fight Club

Tampilkan postingan dengan label alternatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alternatif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 November 2011

Reportase Acara Noise Gigs di Garden


Apakah kedatangan sebuah band asing untuk mengadakan tour di tempat kita harus selalu disambut dengan sebuah gigs musik???? Oooohhhh, tentu saja tidak. Kita tak perlu harus memaksakan diri untuk mengorganisir sebuah acara musik dengan menyewa tempat yang mahal, sound system yang lengkap dengan berbagai keriuhannya jika memang kita sendiri sedang malas atau memang sedang tidak mood bikin gigs musik. Contohnya seperti yang kami lakukan ketika Band Coche Bomba dari Perancis datang ke tempat kami untuk mengadakan tour Asia Tenggara. Kedatangan band beraliran Hardcore/Punk ini sengaja tidak kami sambut dengan sebuah gigs musik tetapi dengan sebuah pesta kebun yang sederhana, nyaris tanpa musik yang riuh selayaknya tour band asing pada umumnya. Tapi keriuhan para pengunjung pesta kebun inilah yang menjadikan gigs kecil ini sangat berarti. Ada beberapa kegiatan kecil yang kami lakukan, seperti bisa kamu lihat di pamflet acara yang dibuat untuk mengundang kawan2 lain yang hendak berpartisipasi dalam gigs ini.

Lho, tour band kok malah gak ada acara musiknya. Ah, persetan dengan pemikiran itu. Karena kami yakin, tour band asing yang datang ke tempat kita tak melulu ingin bermain musik, tapi juga ingin berbagi kesenangan bersama. Dan, bukankah kesenangan itu bisa diwujudkan dalam berbagai hal, gak melulu dalam bentuk gigs musik yang riuh dengan teriakan & hingar bingarnya alat musik, mosh pit yang penuh keringat & terkadang dengan sedikit adu jotos yang asik. Dengan kata lain, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengekspresikan kesenangan kita itu. Hehehehe.

Udah ah, kebanyakan bacot. Kalian simak aja foto2 yang berhasil diabadikan dalam keriuhan itu. Baru kalian cari sendiri bentuk kesenangang yang kalian sendiri inginkan. Gak perlu sama dengan apa yang kami lakukan. Yang penting hindari pemaksaan diri untuk sekedar mencari eksistensi atau apalah namanya. Lakukan sendiri & jangan terkontrol. Selamat Bersenang2 kawan!!!!















Sabtu, 06 Agustus 2011

Gigs kecil di Sumber Pucung

D.I.Y tak akan pernah mati, prinsip hidup ini kian meluas & mengilhami banyak orang sebagai pilihan untuk melawan kekuatan dominasi kapital yang terus menggerinda kehidupan kita. Inilah kesan pertama yang kami tangkap ketika grup kecil kami datang melapak di sebuah acara yang di organisir sebuah kolektif bernama Taring Berakar. Kolektif ini ada di daerah Sumber Pucung, kira2 butuh waktu 1 jam perjalanan dengan sepeda motor dari kota Malang. Acara tersebut ternyata diadakan di sebuah kampung yang cukup padat penduduknya. Sebuah gigs musik punk di sebuah kampung yang padat, sungguh sebuah fenomena yang menarik. Kami sungguh terkesan saat pertama kali menginjakkan kaki tempat acara.

Setelah ngobrol sebentar kami langsung saja menggelar lapakan kami yang terdiri dari kaus2, emblem & zine. Juga tak lupa memasang karya cukil kayu dari salah satu partisipan di grup kami ini. Setelah itu kami langsung membaur ke dalam kerumunan & siap menikmati gigs yang dimeriahkan oleh sederetan band punk yang rusuh tapi sangat humanis....hahaha

Terus terang pada awalnya kami mengira ini hanya sebuah gigs musik, namun ternyata juga ada beberapa kegiatan yakni: workshop sablon, workshop gambar untuk anak2 kecil berikut pameran karya mereka, food not bomb & pemutaran film anti globalisasi. Dan yang tak kalah hebohnya adalah penampilan sebuah band cihuy dari New Zealand yang bernama Mr. Sterile Assembly. Band beraliran experimental punk ini terdiri dari sepasang suami istri yang sudah tak mudah lagi, yakni Kieran a.k.a Mr. Sterile (Drum-Vokal) & Chriss Buttler (Bass-Vokal). Dalam penampilannya mereka memadukan musik yang eksperimental namun tak menghilangkan aura punk, lirik yang kuat & penampilan teatrikal sarat makna disertai kostum panggung yang unik. Terus terang aku sungguh tertarik dengan band ini ketika mereka membawakan sebuah lagu berjudul BURU yang didedikasikan pada novelis Pramoedya Ananta Toer.

Benar2 sebuah gigs sederhana yang sarat makna. Membuat kami tertarik untuk mengobrol lebih lanjut dengan manusia2 yang hidup dalam kolektif tersebut. Bagi kami, sebuah kegiatan swakelola semacam ini haruslah disebarluaskan & mungkin bisa menginspirasi kolektif atau grup2 otonom lainnya untuk membuat acara yang sederhana, tak perlu sewa gedung, tak perlu ijin aparat yang seringkali ribet & pake duit buat pelicin. Banyak hal yang menarik dari cara pengorganisiran yang mereka lakukan untuk keberlangsungan acara mereka ini, yang kami yakin bisa bikin kalian iri untuk bikin acara sederhana seperti apa yang Kolektif Taring Berakar . Hasil ngobrol2 itu nantinya akan masukkan dalam zine grup kami.








Reportase Kegiatan Penghijauan Gunung Lemongan Bersama Laskar Hijau

Gunung Lemongan (1671 dpl) yang terletak di Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur memiliki keunikan tersendiri. Lemongan merupakan Gunung Api aktif yang kawahya tertutup 5 telaga (Ranu, red), yaitu Ranu Klakah, Ranu Pakis, Ranu Bedali, Ranu Lading dan Ranu Logong. Ranu-Ranu tersebut selama ini menjadi tumpuan hajat hidup orang banyak terutama untuk pemenuhan kebutuhan air bersih dan irigasi bagi masyarakat yang mayoritas dari keturunan Madura khususnya yang ada di tiga kecamatan di Kabupaten Lumajang dan dua kecamatan di Kabupaten Probolinggo, yakni kecamatan Ranuyoso, Kecamatan Klakah, Kecamatan Randuagung, Kecamatan Tiris dan Kecamatan Krucil.

Tetapi akibat meningkatnya illegal loging, kondisi alam di gunung ini dalam kondisi yang menyedihkan. Sekitar ±6000 Hektar wilayah yang masuk dalam area hijau kini telah gundul mengenaskan. Bukit dan lerengnya meranggas, hanya ditumbuhi ilalang serta tanaman perdu lainnya. Penggundulan hutan ini berakibat pada mulai banyaknya mata air yang mati di sekitar gunung dan setiap kali turun hujan selalu menyisakan titik longsor di tebing dan lereng gunung.
Kondisi gunung yang memprihatinkan itulah yang memicu semangat dari sekelompok warga di sekitar gunung yang peduli untuk mengorganisir dirinya ke dalam sebuah grup penggiat konservasi yang bersifat anti profit dan berjiwa kerelawanan serta menjunjung tinggi semangat kemandirian, gotong royong, keterbukaan dan kesetaraan. Mereka menamakan grupnya sebagai Laskar Hijau, yang tidak berafiliasi dengan organisasi apapun apalagi dengan partai politik. Mereka tak pernah mengharap bantuan dari pemerintah atau pihak manapun. karena tak ada punya struktur organisasi yang baku, grup ini lebih menekankan pada partisipasi aktif yang tak mengikat.

Kegiatan Laskar Hijau dilaksanakan setiap hari minggu, berupa penghijauan di area hijau yang gundul. Mereka menanam bibit2 tanaman buah seperti Durian, Mangga, Rambutan, Jambu, Manicu, Bisbul, Klengkeng, Sirsak, Sawo, Manggis, Sukun, Nangka, Alpukat, Langsep, Duku, dan banyak jenis lainnya. Mereka berasumsi bahwa masyarakat yang selama ini bermata pencaharian di hutan (seperti pencari kayu, pembuat arang, pemburu satwa liar, pencari belerang, dll) tak perlu lagi merusak hutan tapi cukup dengan memetik buah2 tersebut untuk memenuhi kehidupannya dengan syarat tak boleh menebang pohonnya.

Kegiatan Laskar Hijau yang bersifat kerelawanan ini memicu minat kami untuk berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan yang dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Ultah PA 32 (kelompok penggiat kegiatan alam bebas yang berbasis di Lumajang) & K2 Reggae (sebuah band beraliran reggae yang mempunyai kepedulian terhadap kelestarian alam). Kegiatan penghijauan ini bergulir pada tanggal 2 Juli 2011. Silakan simak reportase sederhana kami ini. Semoga menginspirasi kalian semua untuk berbuat yang sama. Alam & manusia adalah setara, tak seharusnya kita menghancurkannya.

Gunung Lemongan difoto dari jauh, indah bukan?
Perjalanan awal menuju lereng gunung, membawa bibit pohon, membawa bibit kehidupan...
Setelah berjalan kira2 30 menit, sampek juga kita di basecamp Laskar Hijau, rumah pohon yang sederhana...
Istirahat sebentar, sambil mengobrol & berbagi minuman...panas sekali coy !!!
Berjalan lagi menuju lereng gunuung, panas menyengat...huh, stok minum terbatas...

Tanam pohon, tanam kehidupan !!!

Akhirnya selesei acaranya...berfoto dulu sebelum turun ke basecamp...duh laper & haus...tp senangnya gk terkira...ayo tanam pohon...ayo tanam kehidupan yang lebih baik..